Mindray Membangun Jembatan Digital untuk Salah Satu Grup Layanan Kesehatan Terkemuka di Indonesia

Di Indonesia, yang sangat dikenal karena Tanah Seribu Pulau, mendapatkan pelayanan kesehatan seringkali menyulitkan karena harus berpacu dengan waktu dan jarak.

Karena kepulauan yang tersebar dan kondisi jalan yang sulit, menjangkau fasilitas layanan kesehatan di seluruh wilayah masih menjadi tugas yang berat bagi pasien di daerah terpencil. Bahkan di Jakarta, yang sangat terkenal karena kemacetan lalu lintasnya, perjalanan sederhana ke rumah sakit saja dapat berubah menjadi ujian kesabaran berjam-jam.

Hal ini juga memberikan tantangan besar bagi tim manajemen Rumah Sakit Mayapada: mengelola rumah sakit di berbagai lokasi seringkali menuntut perjalanan yang panjang—baik dengan kendaraan, kereta, dan pesawat—sehingga melelahkan dan menghabiskan waktu.

Ketika waktu terbuang di jalan, pelayanan kesehatan yang tepat waktu dan manajemen yang efisien terasa sulit dicapai,

sehingga menimbulkan situasi yang lebih sulit:

Pasien kalangan atas sering pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, sementara pasien dari kalangan kurang mampu kesulitan menemukan standar fasilitas layanan kesehatan yang sama di dalam negeri.

Statistik menunjukkan lebih dari satu juta penduduk Indonesia memilih untuk pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setiap tahunnya, menghabiskan setidaknya 11 milyar dolar AS.

Rumah Sakit Mayapada telah menetapkan target yang menantang untuk meraih kembali setidaknya 1% dari penduduk Indonesia yang biasa pergi ke luar negeri untuk berobat agar mendapatkan pelayanan berkualitas di dalam negeri.

Menghubungkan Kepulauan
Mengatasi Fragmentasi Laboratorium di Rumah Sakit Mayapada

Sebagai salah satu grup medis swasta terbesar dan paling prestisius di Indonesia, Rumah Sakit Mayapada mengoperasikan tujuh rumah sakit di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan wilayah lainnya, menawarkan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi kepada lebih dari satu juta pasien setiap tahunnya, termasuk lebih dari 180.000 pasien rawat inap.

Untuk menjadi penyedia layanan kesehatan pilihan, Rumah Sakit Mayapada berkomitmen mengutamakan pasien. Melalui manajemen transformatif, pengembangan kelas dunia, perekrutan profesional dari seluruh dunia, dan inovasi digital, Rumah Sakit Mayapada terus maju dan berkembang.

Navin Sonthalia

Kepala Rumah Sakit Mayapada

Rumah Sakit Mayapada memimpin inisiatif transformasi yang disebut "Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik". Idenya sederhana: ketika setiap anggota tim di Rumah Sakit Mayapada memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, pada akhirnya pasien akan menikmati standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.

Seiring dengan terus berkembangnya Rumah Sakit Mayapada, upayanya untuk melakukan efisiensi terbaik dan keunggulan klinis memberikan tantangan tersendiri dalam mengelola jaringan fasilitas layanan kesehatan yang besar. Satu aspek yang sangat penting adalah manajemen laboratorium, dengan tantangan sebagai berikut:

Bagaimana cara memastikan standar kontrol kualitas yang konsisten di semua laboratorium rumah sakit? Bagaimana cara mengelola sumber daya laboratorium yang tersebar agar lebih efisien dan menghubungkan data di seluruh bagian rumah sakit? Bagaimana cara melatih dan memberdayakan personil secara sistematis?

Membangun Jembatan Intelli-Digital untuk Mengatasi Tantangan Manajemen

Pada Maret 2024, Rumah Sakit Mayapada mengimplementasikan Mindray Smart Lab System.

Tonggak pencapaian ini menandai bab baru transformasi Intelli-Digital Rumah Sakit Mayapada, yang secara fundamental membentuk kembali manajemen laboratoriumnya. Dengan Mindray InnoLab, Rumah Sakit Mayapada akhirnya berhasil mengatasi hambatan geografis dan mencapai konektivitas bebas terputus di antara laboratorium-laboratoriumnya di seluruh negeri.

Memastikan pengendalian mutu yang terstandarisasi di seluruh rumah sakit

Sebelumnya, tujuh rumah sakit di grup Mayapada beroperasi tanpa proses pengendalian mutu yang terstandarisasi.

Memastikan efisiensi laboratorium yang lebih baik tanpa mengorbankan kualitas—dengan tetap mengendalikan biaya—telah lama menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Mayapada.

Sebagai Kepala Manajemen Kualitas, Arin menghadapi tantangan yang berkelanjutan dalam mengkonsolidasi data kontrol mutu dari berbagai rumah sakit. Proses tersebut terbatas pada laporan bulanan, sehingga mengharuskan manajer laboratorium untuk mengumpulkan, menyusun, dan menyerahkan data—suatu proses yang rentan akan ketertundaan. Selain itu, laboratorium tersebut kadang mengalami masalah kualitas dan kelalaian selama shift malam.

Namun melakukan pemeriksaan di lokasi semua rumah sakit ini membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama.

Dengan Mindray InnoLab, data kontrol kualitas di ketujuh rumah sakit kini terkonsolidasi dengan mulus dan real time. Sistem ini memberi Arin gambaran yang jelas dan komprehensif dalam bentuk satu dasbor tunggal, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat berbasis informasi. Peringatan otomatis sistem langsung menandai ketidaksesuaian, memastikan tidak ada kemungkinan masalah yang luput dari perhatian.

Rumah Sakit Mayapada dengan bangga mengumumkan bahwa kini telah mencapai 100% standardisasi manajemen kontrol kualitas di semua rumah sakitnya.

Arin Herkilini

Kepala Manajemen Kualitas Rumah Sakit Mayapada

Mindray InnoLab membantu kami menghilangkan kesalahan kontrol kualitas dan memastikan manajemen yang konsisten.

Mengkoordinasikan sumber daya secara efisien

Menurut Dennis, Direktur Kedokteran Laboratorium, peningkatan yang paling signifikan adalah beban kerja yang lebih ringan bagi seluruh tim.

Dahulu, catatan reagen laboratorium dikelola secara manual, sebuah proses yang tidak saja menghabiskan waktu dan tenaga, tetapi juga rentan mengalami kesalahan. Pelacakan inventori yang tidak akurat dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya atau bahkan mematikan sistem peralatan.

Demi memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, Dennis berharap untuk memperluas sistem Intelli-Digital yang memungkinkan pemantauan pengujian secara real time di seluruh rumah sakit, sehingga setiap laboratorium dapat mendistribusikan kembali tugas untuk manajemen sumber daya yang lebih efisien.

Dengan mengintegrasikan semua perangkat pengujian, Mindray InnoLab memberi Dennis visibilitas real-time di seluruh rumah sakit, sehingga ia dapat memantau penggunaan reagen, merencanakan pengadaan tepat waktunya, dan mengalokasikan beban kerja pengujian sesuai kebutuhan wilayah—memastikan pemanfaatan sumber daya berjalan optimal dan efisiensi pengujian yang konsisten.

Kemudahaan penggunaan yang sesungguhnya bukanlah soal berkurangnya beban yang harus dikerjakan tetapi juga berkurangnya beban yang harusn dipikirkan.

Dennis Jacobus

Direktur Kedokteran Laboratorium, Rumah Sakit Mayapada

Mindray InnoLab menjembatani kekosongan informasi dan menawarkan data kualitas tinggi, sehingga kita dapat memajukan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Pelatihan sistematik

Tujuh rumah sakit Mayapada berada di lokasi dan memiliki demografi pasien yang berbeda-beda, dan para dokter laboratorium mungkin memberikan penafsiran hasil tes yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih spesifik bagi pelatihan dan evaluasi dokter adalah kunci keakuratan laporan tes.

Seperti disebutkan sebelumnya, Dian menghadapi tantangan besar dengan pengujian berbasis kertas—standarisasi proses itu sulit, memeriksa ulang jawaban menghabiskan waktu, dan mengkoordinasikan pelatihan di berbagai rumah sakit bahkan menimbulkan kesulitan yang lebih besar.

Pelatihan dan pengujian kini dilakukan secara online, dengan banyaknya data digital mengenai bercak sampel sel darah tertentu yang tersedia untuk membantu dokter belajar dan berbagi di mana dan kapan saja.

Selama pengujian, Dian dan dokter laboratorium lainnya dapat mengunggah kasus-kasus yang menantang bagi Mindray InnoLab, di mana ahli penyakit klinis senior memberikan pendampingan secara remote seolah mereka sedang berhadapan langsung.

Menghilangkan hambatan untuk belajar dan berkembang memperkuat setiap individu untuk mencapai potensi penuh mereka.

Bersama-sama untuk Tolok Ukur Baru dalam Kerja Sama Layanan Kesehatan Global

Manajemen Intelli-Digital laboratorium Rumah Sakit Mayapada menandai bab baru yang luar biasa dalam pengembangannya, selain mewakili peningkatan teknologi juga kemajuan kolektif bagi semua anggotanya. Kedepannya, Mindray akan senantiasa menjadi mitra tepercaya jangka panjang bagi Rumah Sakit Mayapada, mendukung visinya tentang pelayanan kesehatan berorientasi pasien melalui solusi inovatif.

Jon Lie Sarpin

Wakil Direktur Rumah Sakit Mayapada

Kami bertujuan memperkuat kemitraan kami dengan Mindray melalui proyek-proyek inovasi bersama. Dengan dukungan Mindray, kami bertujuan menjadikan Rumah Sakit Mayapada sebagai tolok ukur bagi pelayanan kesehatan berorientasi pasien dan berbasis teknologi di Indonesia.

Mindray berkomitmen bekerja dengan penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia dalam memaksimalkan inovasi Intelegensia Digital untuk teknologi kedokteran terbaik dan mutakhir demi membuat layanan kesehatan yang lebih mudah diakses.

false