Berita> Pusat Pers

Bagaimana cara kami membuat ruang operasi yang aman?

Mindray 2020-10-28

Orang-orang pada umumnya menganggap operasi bedah sebagai suatu tindakan yang cepat dan (semoga saja) mulus. Namun, untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas prosedur, tindakan yang dilakukan di ruang operasi (OR) memerlukan kolaborasi antar beberapa tim sebelum, selama, dan sesudah operasi bedah.

Bagaimana cara kami bisa meningkatkan keselamatan pasien melalui anestesi di ruang operasi?

Risiko komplikasi parah perioperatif mudah sekali diabaikan saat menyeimbangkan jalur operasi bedah, hingga mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Hal ini menjadi peluang bagi dokter anestesi untuk memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan pasien.

Induksi

Praoksigenasi menggunakan fraksi oksigen inspirasi yang tinggi (FIO2) merupakan langkah penting sebelum proses induksi anestesi dan intubasi trakea, karena hal ini menciptakan ruang bagi oksigen di paru-paru. Hal ini menunda timbulnya desaturasi hemoglobin arteri selama apnea. Terlepas dari fakta bahwa praoksigenasi disarankan untuk intubasi, tingkat praoksigenasi yang tidak memadai teramati pada 56% pasien[1].

Cadangan oksigen menurun terutama pada pasien yang berisiko tinggi, sehingga berbagai strategi berbeda, seperti tekanan jalan napas positif berkelanjutan (CPAP) dan kanula nasal aliran tinggi (HFNC) bisa digunakan untuk meningkatkan efektivitasnya[1,2]. Selain pemantauan terintegrasi dari SpO2,aplikasi klinis baru seperti CPAP dan HFNC bisa sangat membantu untuk mencapai praoksigenasi maksimum bagi pasien penderita obesitas, sakit kritis, atau pasien dengan jalan napas yang sulit.

Pemeliharaan

Selama inhalasi anestesi umum, panduan waktu nyata tentang aliran gas segar ditampilkan oleh alat bantu visualisasi aliran gas segar – Optimizer – pada mesin anestesi Mindray, yang menyebabkan penurunan konsumsi anestesi dan aliran gas segar rendah yang aman. Fitur visualisasi lainnya, AA Prediction, memungkinkan dokter anestesi untuk memprediksi status anestesi (termasuk FiAA dan EtAA) dan konsentrasi oksigen (termasuk FiO2 dan EtO2) selama 20 menit berikutnya.

Seiring dengan kemajuan teknologi medis, alat bantu anestesi terkendali otomatis yang bisa menyesuaikan keluaran gas segar dan penguap secara otomatis sangat disarankan untuk meningkatkan stabilitas dan keselamatan anestesi, sekaligus meringankan pekerjaan dokter anestesi.

Anda juga perlu memastikan keseimbangan anestesi secara waktu nyata. Grafik ‘segitiga anestesi’ yang menunjukkan status sedasi, kelumpuhan, dan analgesia pasien diaktifkan pada Dasbor BoA di monitor pasien BeneVision N Series Mindray yang canggih. Ada lebih banyak fitur yang bisa digunakan untuk memastikan keselamatan pasien selama seluruh rangkaian perioperasi.

Pemulihan

Setelah tindakan operasi, pasien berisiko mengalami komplikasi paru pascaoperasi (PPC) yang sangat terkait dengan operasi bedah dan anestesi. Hal ini bisa menyebabkan efek samping yang serius dan masa perawatan di rumah sakit yang lebih lama[3]. Sekitar 5% dari pasien yang menjalani operasi bedah umum mengalami PPC. Angka ini meningkat menjadi hampir 30% di antara pasien penderita obesitas atau pasien yang menjalani operasi bedah jantung atau toraks[4]. Untungnya, dalam studi terkini, penelitian telah menunjukkan bahwa kriteria berikut ini bisa membantu mengurangi tingkat PPC[5,6,7]:

Ventilasi dengan volume tidal yang lebih rendah atau tekanan penggerak yang lebih rendah

Tingkat tekanan ekspirasi akhir positif (PEEP) yang sesuai, yang mencegah kolaps alveolar pada ekspirasi akhir

Manuver rekrutmen paru-paru yang memperluas kembali alveoli paru yang kolaps

Dengan solusi ventilasi pelindung paru perioperatif Mindray, tingkat PEEP yang sesuai bersama dengan volume tidal yang konsisten dan aman bisa memenuhi kebutuhan setiap pasien dan meminimalkan kejadian PPC. Hasil rekrutmen paru-paru bisa dievaluasi melalui mekanika pernapasan menggunakan mesin anestesi dan melacak oksigenasi (SpO2 atau PaCO2) melalui monitor pasien.

Apakah ada risiko pada dokter anestesi juga?

Meskipun keselamatan pasien merupakan hal yang terpenting, keselamatan staf medis juga bisa berisiko. Dengan beban kerja yang terus bertambah, para tenaga perawatan kesehatan profesional sangat berisiko untuk mengalami kelelahan. Dalam tinjauan sistematis baru-baru ini, 67% dokter melaporkan adanya rasa lelah[8]. Tinjauan sistematis lainnya menunjukkan persentase kelelahan tertinggi terjadi pada dokter yang menangani perawatan kritis dan tindakan pengobatan darurat (55%), diikuti oleh dokter anestesi (50%)[9]. Meskipun kelelahan bersifat multifaktor, hal ini bisa terjadi sebagai respons terhadap jam kerja yang panjang dalam lingkungan kerja berisiko tinggi dan rumit yang melibatkan tim dari multidisiplin ilmu.

Hasil tindakan akhir pada pasien yang lebih baik dengan waktu dan upaya dokter yang lebih sedikit bisa tercapai dengan alur kerja yang efisien dan terinformasi yang digunakan dalam tindakan perawatan intraoperatif. Antarmuka yang ramah pengguna, layar yang mudah dibaca, dan seperangkat alat bantu visualisasi bisa bermanfaat. Mesin anestesi Mindray, khususnya A7, selalu mendapatkan pengakuan karena memberikan pengalaman pengguna yang baik. A7 menerima peringkat ‘Baik’ dari segi alur kerja, interoperabilitas, dan pengalaman pengguna oleh evaluasi ECRI[10].

Selain itu, Mindray menghadirkan sistem integrasi data secara komprehensif yang menetapkan standar pemantauan data pasien untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang efektif. Transfer data yang efisien dari penerimaan hingga pemulangan pasien kini dimungkinkan, mengunggah data secara otomatis ke sistem pemantauan pusat dan beberapa sistem TI rumah sakit untuk menyederhanakan aktivitas yang memakan waktu.

Mesin anestesi bisa dihubungkan ke monitor pasien. Serangkaian aplikasi bantuan klinis diintegrasikan ke dalam sistem pemantauan pasien Mindray untuk memvisualisasikan beberapa parameter klinis, memungkinkan dokter untuk membaca, mendiagnosis, dan melakukan intervensi dengan mudah, sehingga memungkinkan lingkungan kerja dengan tingkat stres yang lebih sedikit.

Apa itu ruang operasi “hijau”?

Praktisi di bidang perawatan kesehatan profesional bisa terpapar pada gas anestesi yang dikeluarkan selama prosedur medis. Gas ini dikenal sebagai sisa buangan gas anestesi (WAG). WAG menghadirkan risiko tersendiri bagi staf bedah dan keselamatan pasien, serta berkontribusi pada perubahan iklim antropogenik. Karena hanya 5% dari anestesi yang dimetabolisme oleh pasien, sisanya dibuang secara berkala ke atmosfer melalui sistem pembuangan OR. Potensi pemanasan global dari anestesi terhalogenasi terbukti hingga 2.000 kali lebih besar dari CO2[11,12].

Paparan pada anestesi terhalogenasi kronis dikaitkan dengan efek reproduksi yang merugikan dan kanker. Paparan dinitrogen monoksida bisa menyebabkan rasa pusing, sesak napas, penurunan kesuburan, dan aborsi spontan, serta penyakit yang terkait dengan ginjal, hati, dan neurogenik[13].

Mindray berupaya untuk mencegah staf OR terpapar pada kebocoran anestesi yang tidak diperlukan melalui fungsi jeda aliran di mesin anestesi, yang dirancang untuk menghentikan sementara aliran gas segar. Dari segi peningkatan keselamatan, mesin anestesi Mindray menghadirkan opsi untuk menggunakan kembali sampel gas yang diambil dari modul pemantauan gas anestesi, dengan mengembalikannya ke sirkuit. Tingkat paparan lalu dikurangi lagi dengan mengoptimalkan sistem pembuangan gas anestesi (AGSS) yang efisien, yang dirancang untuk mengeluarkan WAG dari lingkungan bedah.

Baca selengkapnya di: Apa hubungan mesin anestesi dengan… mencairnya gletser?

Dengan fokus pada keselamatan sebagai tujuan utamanya, Mindray mengadopsi jalur pengembangan teknologi dengan pendekatan multifaset untuk mencapai tingkat keselamatan secara menyeluruh. Kami berupaya untuk mencapai tujuan ini dengan cara yang hemat biaya bagi rumah sakit, untuk menghadirkan lingkungan perioperatif yang lebih sehat bagi pasien, staf medis, dan lingkungan hidup.

Berbagai macam fitur dan peningkatan baru akan ditampilkan di mesin anestesi Mindray A Series generasi baru yang akan datang.


Referensi:

[1] C. Baillard, F. Depret, V. Levy et al. Incidence and prediction of inadequate preoxygenation before induction of anaesthesia. Annales Françaises d'Anesthésie et de Réanimation Volume 33, Issue 4, April 2014, Pages 55-58.
[2] Nimmagadda U, Salem M. R, Crystal G J. Preoxygenation: Physiologic Basis, Benefits, and Potential Risks. Anesthesia & Analgesia: February 2017 - Volume 124 - Issue 2 - p 507-517.
[3] Miskovic, A. B. Lumb. Postoperative pulmonary complications. British Journal of Anaesthesia, Volume 118, Issue 3, March 2017, Pages 317–334.
[4] Canet J, Gallart L, Gomar C et al. Prediction of postoperative pulmonary complications in a population-based surgical cohort. Anesthesiology. 2010 Dec;113(6):1338-50.
[5] Marret E, Cinotti R, Berard L et al. Protective ventilation during anaesthesia reduces major postoperative complications after lung cancer surgery. European Journal of Anaesthesiology. October 2018 - Volume 35 - Issue 10 - p 727–735.
[6] Futier E, Protective lung ventilation in operating room: A systematic review. Minerva Anestesiol 2014; 80:726–35.
[7] Alcino C L, Ludhmila A H, Marcia S. V et al. Effect of Intensive vs Moderate Alveolar Recruitment Strategies Added to Lung-Protective Ventilation on Postoperative Pulmonary Complications A Randomized Clinical Trial. JAMA. doi:10.1001/jama.2017.2297 Published online March 21, 2017.
[8] Rotenstein LS, Torre M, Ramos MA. Prevalence of Burnout Among Physicians: A Systematic Review. JAMA. 2018 Sep 18;320(11):1131-1150.
[9] Sanfilippo F, Noto A, Foresta G. Incidence and Factors Associated with Burnout in Anesthesiology: A Systematic Review. BioMed Research International. Volume 2017. Article ID 8648925.
[10] ECRI Institute. Evaluation: Mindray Medical International A7 general-purpose anesthesia unit. Health Devices. 2017 Feb 22.
[11] Ryan, S. M., & Nielsen, C. J. (2010). Global warming potential of inhaled anesthetics: application to clinical use. Anesthesia & Analgesia, 111(1), 92-98.
[12] Gadani H, Vyas A. Anesthetic gases and global warming: Potentials, prevention and future of anesthesia. Anesth Essays Res. 2011 Jan-Jun; 5(1): 5–10.
[13] NIOSH: Chemical Hazards: Health and Safety Practices Survey of Healthcare Workers.